8 Feb 2017

Belajar Perintah-Perintah Dasar GNU/Linux

Update: Perintah Dasar Linux

GNU/Linux sendiri terkenal dengan model CLI (Command Line Interfaces). CLI sendiri adalah antarmuka yang tidak menyediakan grafis, baik berupa gambar, jendela, ataupun animasi, melainkan teks yang harus diketik oleh penggunanya. Jadi apabila pengguna ingin mengoprasikan sistem operasi tersebut misalnya melakukan rename, delete, cut dan sebagainya, maka pengguna harus mengetikan perintah berupa teks dengan cara manual. Tapi sebelum membahas perintah-perintah dasar GNU/Linux kita perlu mengetahui karakteristik perintah GNU/Linux terlebih dahulu.

Belajar Perintah-Perintah Dasar GNU/Linux

Case Sensitive

Perintah GNU/Linux sendiri bersifat case sensitive, artinya sensitif terhadap pemakainan huruf besar dan kecil. Contohnya sebagai berikut:

cp berbeda dengan Cp
mv berbeda dengan MV
rm berbeda dengan rM

Hampir semua perintah GNU/Linux menggunakan huruf kecil dan sebagian besar merupakan singkatan kata-kata dalam basa Inggris. Contoh:

Cp merupakan singkatan dari copy
mv merupakan singakatan dari move
rm merupakan singkatan dari remove

Digabungkan

Sebagian besar perintah GNU/Linux dapat digabungkan atau di kelompokan. Penggabungan perintah ini juga ada banyak cara yaitu sebagai berikut:

Filter atau filtering
Penggabungan perintah menggunakan pipa (|) terkadang juga bisa disebut piping, Misalnya:
who | wc –l
Group atau grouping
Penggabunganperintah menggunakan kurung “()”, misalnya saja:
(who | wc –l)
String atau stringing
Penggabungan perintah menggunakan “;”, misalnya:
who ; w ; pwd
Conditional atau conditionally
Penggabungan perintah penggunakan simbol “||” atau “&&”, Misalnya:
ls *.txt && echo “File percobaan” ls *.JPG || echo “file logo”

Pembatasan Akses

Terkadang perintah-pemerintah yang haya dapat digunakan oleh root (admin) dan ada pula yang dapat digunakan oleh user biasa. Maka perintah-perintah GNU/Linux dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:

Sys Admin Commands
perintah-perintah yang tidak dapat dijalankan oleh user biasa dan haya dapat dijalankan oleh root, misalnya:
Fdisk.
User Commands
Sebaliknya perintah-perintah ini haya dapat dijalankan oleh user biasa dan tidak bisa di jalankan oleh root, misalnya:
Whoami

Pola pemakaian perintah

Sebagian dari perintah GNU/Linux tidak memerlukan option atau argumen lain. Tapi ada juga yang memiliki option atau harus diketikkan dengan argumen tertentu.
Umumnya, sebuah option perintah berupa abjad atau kata yang diawali dengan simbol “-“ atau “—“. Pola penulisan perintah dapat digambarkan sebaagai berikut:
Perintah (OPTION)...(ARGUMEN)... Misalnya: ls –l mkbootdisk –version
(Ls dan version sendiri sebagai option perintah)

Hampir setiap perintah talah dilengkapi dengan manual atau dokumentasi yang berisi penjelasan fungsi, cara pakai, dan daftar option yang disediakan perintah tersebut. Untuk melihat dokumentasi suatu perintah gunakan utilitas man. Cara pakainya sebagai berikut.

Man perintah

Perintah dasar GNU/Linux

Kita sudah mengenal karakteristik perintah GNU/Linux dari penjelasan diatas. Untuk itu sekarang kita langsung membahas apa saja perintah-perintah dasar GNU/Linux, tapi sebelumnya untuk mengetahui semua perintah sebaiknya lihat isi folder /bin, /sbin, /usr/bin, dan /usr/sbin, dengan menggunakan perintah berikut:

#ls/bin
#ls/sbin
#ls/usr/bin
#ls/usr/sbin

Untuk mengetahui detail dari masing-masing perintah dapat diperoleh melalui perintah:

#namaperintah –h (Contoh: #mkdir –h)
#namaperintah –help
#man namaperintah
#info namaperintah

Misalnya:

#man rm
#rm –h

Untuk mempermudah memahami perintah-perintah GNU/Linux disini akan dijelaskan beberapa perintah dasar GNU/Linux.


Load disqus comments

0 komentar