23 Feb 2017

Pengertian, Jenis, Fungsi Hard Disk Driver (HDD)

HDD merupakan media simpan data dan sistem operasi/aplikasi yang dilengkapi alat baca dan tulis yang terpasang tetap (fixed). Dengan fungsi sebagai media penyimpanan maka komputer sebenarnya dapat dijalankan tanpa HDD asal ada media penyimpanan lain yang cukup memadai.
Pengertian, Jenis, Fungsi Hard Disk Driver (HDD)

Dewasa ini berdasarkan model kabel konektor yang digunakan, HDD dibedakan atas HDD jenis IDE (Intergrate Drive Electronics) dengan 40 poin, dan HDD jenis SCSI (Small Computer System) dengan 50 poin. Yang paling populer adalah jenis IDE. Demikian pula kecepatan transfer datanya ada yang ATA (Advance Technology Attachment) mis ATA/100 dan ATA/133. Adapula yang SATA (Serial Advance Technology Attachment). HDD ATA menggunakan kabel jalur lebar, sedangkan SATA menggunakan kabel halus. kapasitas HDD sangat bervariasi mulai dari 20 GB, 40, 80 250 GB dll.

Jenis-Jenis Hard Disk Driver (HDD)

  1. Hard Disk IDE
    Hard Dsik ini biasanya dihubungkan ke komputer melalui kabel bus integrate Drive Electronic (IDE). Sebenarnya nama asli harddisk ini adalah ATA (AT Attachment) yang berarti interface awalnya pertama kali dikembangkan oleh perusahaan IBM AT, tetapi dalam perkembangannya mungkin karena dihubungkan dengan socket IDE maka orang lebih mengenalnya dengan HDD IDE.
    Hardisk IDE
  2. Hard Disk SATA
    Bisa juga disebut Harddisk serial ATA adalah pengembangan dari ATA tetapi dengan menggunakan jumlah kabel data yang lebih sedikit. Keuntungan utamanya adalah kecepatan transfer data. Demikian pula pada kabel satu dayanya.

    Hardisk SATA
  3. Hard Disk SCSI
    Hampir mirip dengan Harddisk IDE tetapi dengan jumlah kabel bus data yang berbeda jumlahnya. Dari segi Controller sebenarnya harddisk jenis ini lebih unggul dari pada jenis IDE karena satu kontroller IDE haya dapat mengontrol dua Drive, sedangkan untuk jenis SCSI satu kontroller dapat mengontrol 8 Drive.

    Hardisk SCSI
Tips Membeli Hard Disk Drive (HDD)
  1. Pastikan kecepatan rpm dan kapasitas hard disk yang Anda beli sesuai dengan komputer dan kebutuhan Anda.
  2. Belilah yang menggunakan garansi pabrik dan bukan barang lama yang di refubish.
  3. Periksa secara fisik keadaan hard disk jangan sampai ada cacat.
Disqus Comments