13 Mar 2017

Pengertian Beserta Kelebihan Dan Kekurangan Topologi Jaringan

Topologi Jaringan Komputer - Pada artikel sebelumnya penulis pernah membagikan artikel mengenai penjelasan apa itu topologi jaringan komputer. Yup, topologi jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan.

Pengertian Beserta Kelebihan Dan Kekurangan Topologi Jaringan

Dalam suatu jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan atau keuntungan dan kekurangan atau kerugian dari masing-masing topologi berdasarkan kateristiknya.

Setiap jenis-jenis topologi jaringan mempunyai  kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Nah, pada postingan kali ini rulnovekom akan membahas pengertian dan jenis-jenis topologi jaringan beserta kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan dan kekurangan topologi jaringan

1. Topologi Bus

Topologi Bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.

Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan terminator atau terminating-resistance. Pada titik tertentu diadakan sambungan (tap) untuk terminal. Wujud dari tap ini bisa berupa kabel transceiver bila digunakan thick coax sebagai media transmisi, atau berupa BNC T-connector bila digunakan thin coax sebagai media transmisi, bisa juga berupa konektor RJ-45 dan hub bila digunakan kabel UTP. Transmisi data dalam kabel bersifat full duplex, dan sifatnya broadcast, semua terminal bisa menerima transmisi data. Protokol Ethernet atau CSMA/CD akan mengatur transmisi dan penerimaan data, melihat bahwa pada setiap sagmen (benteng) kabel ada batasnya maka diperlukan Repeater untuk menyambungkan segmen-segmen kabel.

Topologi Bus
Kelebihan Topologi Bus
  1. Instalasi relatif lebih murah
  2. Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antara client lain.
  3. Biaya relatif lebih irit
Kelemahan Topologi Bus
  1. Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal
  2. Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit, kemungkinan akan terjadi tabrakan data (data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan mempengaruhi kecepatan komunikasi.

2. Topologi Ring (Cincin)

Topologi ring atau bisa juga disebut dengan topologi cinci kerena bentuknya seperti cicin yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan ini akan dihubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat perkumpulannya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.

Sederhananya, topologi cincin merupakan untaian media transmisi dari satu terminal ke terminal lainnya hingga membentuk suatu lingkaran, dimana jalur transmisi hanya satu arah. Tiga fungsi yang diperlukan topologi cincin yaitu penyelipan data, penerimaan data, dan pemindahan data.

Penyelipan data adalah proses dimana data dimasukan kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi alamat dan bit-bit tambahan lainnya.

Penerimaan data adalah proses ketika terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, yaitu dengan cara membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan alamat terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama maka data kiriman disalin.

Pemindahan data adalah proses dimana kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak ada terminal yang menerimanya (mungkin akibat salah alamat). Jika data tidak diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalam saluran. Pada jaringan bus hal ini tidak akan terjadi karena kiriman akan diserap oleh terminator. Pada hakikatnya setiap terminal dalam jaringa cincin adalah repeater, dan mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi cincin.

Topologi ring (cincin)
Kentungan 
  1. Kegagalan koneksi akibat gangguan media, dapat diatasi lewat jalur lain yang masih terhubung.
  2. Penggunaan sambungan pont to point membuat transmission error dapat diperkecil
Kerugian
  1. Transfer terasa lambat jika data yang dikirim melalu banyak komputer


3. Topologi Star (Bintang)

Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.

  1. Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi yang terjadi. Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui terminal pusat ini.
  2. Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang difungsikan sebagai pengendali tetapi bisa juga berupa HUB atau MAU (Multi Accsess Unit).
  3. Terdapat dua alternatif untuk operasi simpul pusat.
    -  Simpul pusat beroperasi secara broadcast yang menyalurkan data ke seluruh arah. Pada operasi ini walaupun secara fisik kelihatan sebagai bintang namun secara logik sebenarnya beroperasi seperti bus. Alternatif ini menggunakan HUB.
    - Simpul pusat beroperasi sebagai switch, data kiriman diterima oleh simpul kemudian dikirim hanya ke terminal tujuan (bersifat point-to-point), akternatif ini menggunakan MAU sebagai pengendali.
  4. Bila menggunakan HUB maka secara fisik sebenarnya jaringan berbentuk topologiBintang namun secara logis bertopologi Bus. Bila menggunakan MAU maka baik fisik maupun logis bertopologi Bintang.
Topologi Bintang (star)
Kelebihan Topologi Bintang
  1. Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah, kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
  2. Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
Kelemahan Topologi Bintang
  1. Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi.
  2. Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.

4. Topologi Tree (Pohon)

Topologi pohon atau tree adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.

Topologi tree dimulai dari suatu titik yang disebut headend. Dari headend beberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada setiap cabang terhubung beberapa terminal dalam bentuk bus, atau dicabang lagi hingga menjadi rumit.

Topologi Tree (Pohon)
Ada dua kesulitan pada topologi ini :
  1. Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
  2. Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.

5. Topologi Mesh (Tak beraturan)

Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Topologi ini biasanya timbul akibat tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit di deteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi.
Topologi Mesh

Topologi ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran yang harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1. Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang.

Disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya. Topologi ini merupakan teknologi khusus yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan, karena sistem yang rumit. Namun dengan teknologi wireless, topologi ini sangat memungkinkan untuk diwujudkan.
Disqus Comments